Aaaah.. Udah hampir setahun tinggal disini pas tau udah ga lama lagi, rasanya pengen balik lagi ke bulan pertama datang ke USA. I know time is flies very fast, but please for a moment, I want to feel a moment when the time is just pausing (eh?) IMPOSSIBLE!
Sebagai pertukaran pelajar, aku memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan budaya dan kehidupan di Indonesia. Sebenarnya sih gak banyak amat ya aku melakukan presentasi disini karena aku lebih menikmati presentasi melalui pembicaraan ringan, misalnya ketika jam makan siang, have a nice chat with friends, then they asked me about Indonesia, atau guruku nanya-nanya dimana Indonesia (terkadang pertanyaannya lumayan aneh dan sangat lucu) tapi aku maklum sih, sebagian warga Amerika gak mengenal Indonesia. Kejadian yang lucu ketika keluarga angkatku mengadakan pesta Thanksgiving dirumah. Aku dikira sebagai orang China (Alright then, I was staring and saw my face in the mirror. My eyes are enough big), so then, oke deh. (Maklumat, yang nanyain adalah anak kecil sekitar umur 7 tahun).
Rasanya, setahun di luar negeri itu bagaikan sebulan bagiku. Bagaimana tidak.. Hampir setiap bulan aku mempunyai kegiatan yang menyibukkan diri dan tak terasa sekarang sudah bulan Maret (I'm gonna celebrate my birthday on 30th then be an adult). Honestly, I'm not ready to be an adult, because my world is very colorful like a child's world. Definitely, I love to be teen forever! (stuck in youth period forever?)
Oke, sebenarnya aku rada 'sedih' pas udah tau waktuku disini sudah hampir habis dan saatnya kembali ke tanah air. Coba-coba ngitung hari ke bulan Juni (I'm not gonna tell you when the exactly date), aku syok dan hampir saja menangis. Jantungku berdegup kencang dan aku mencoba menenangkan diri.
Dalam hati terdalam, jujur, aku rindu banget sama keluargaku di Indonesia, kangen ngumpul bareng pas Idul Fitri (I missed last year, 2012). buka bareng (apalagi sama teman-teman), dan masih banyak lagi. Aku merasa tantangan pertamaku saat kembali ke Indonesia adalah re-adjustment. Maksudnya adalah setelah tinggal dan hidup dikelilingi orang asing dan budaya lain selama setahun di negeri orang, pasti dong merasa sebagai warganya, nah... Pas balik lagi ke tanah air, pasti butuh penyesuaian diri kembali dengan budaya asal. Probably, my tongue will be like a foreign people to talk in native language. Ga masalah. Dalam hati terdalam aku deg-degan. Semoga aku bisa menyesuaikan diri dengan baik :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar