Rabu, 06 Maret 2013

Frequently Asked Questions

Congratulations for all candidates of YES scholarship! At first, that's the word for yall guys who have been so hard to passed the selection!
Well, pasti ga sabaran pengen cepat-cepat berangkat ke luar negeri dan rasanya setiap hari mimpi terus dan memiliki sejuta khayalan dengan negeri Paman Sam. But, first, pasti banyak persiapan menjelang keberangkatan. Nah, aku sering mendapat pertanyaan dari kandidat yang sudah lulus dan penasaran dengan persiapan keberangkatan. Semoga postingan ini bermanfaat dan membantu kamu mempersiapkan diri sebelum berangkat. :)


1. Bagaimana ukuran koper yang akan dibawa?
          Ini tergantung dengan seberapa banyak pakaian dan perlengkapan yang kamu bawa. Kalau aku bawa koper setinggi pinggang (tapi sedikit lebih rendah dari itu, mungkin 5 cm dibawah pinggang) dan ukurannya medium. (Pada akhirnya, koperku rusak ketika sudah sampai di rumah host family).


Seperti inilah kira-kira tinggi kopernya
2. Apa saja yang harus dibawa sebelum berangkat?
         The main things are your clothes! Oke, aku sarankan bawa baju sehari-hari, celana jeans, pakaian dalam, sepatu (aku sarankan bawa 2 pasang sepatu). Disini kamu akan banyak beraktifitas memakai sepatu. Kamu juga bisa membawa sendal tapi jangan banyak-banyak, sepasang sudah cukup, dan terpenting perlengkapan ibadah. Aku sarankan jangan terlalu banyak membawa barang ke dalam koper karena.. TRUST ME! Here, you'll be so crazy and overwhelmed about shopping time!
Oh ya, bawa satu baju formal, siapa tahu kamu akan diundang ke sebuah acara resmi. Ga wajib.

3. Soal uang untuk dibawa kesana gimana cara membawanya? Maksimalnya berapa?
       Cara paling simpel adalah bawa uang cash. Jika ada yang ingin cara lain, ya silahkan saja asalkan mengerti cara memakainya ketika sudah sampai di negara tujuan. Sebelum aku berangkat tahun lalu, aku diberi uang cash oleh orangtua sebanyak $300 (waktu itu 1 dollar masih Rp10.000).  Maksimal uang dibawa aku sarankan dibawah atau sama dengan $500 atau bagi orangtuanya memiliki kemampuan lebih, that's okay. But still, here, kamu akan diberi uang bulanan dari program.
This is it!

4. Apakah perlu membawa barang elektronik kesana?
       Kalau kamu merasa buth komunikasi dengan orangtua dirumah dan teman-teman, sah-sah saja membawa barang elektronik seperti laptop. Aku membawa 3 barang elektronik yang sangat penting buatku: laptop (ingat, kalo ingin membawanya, beli yang asli jangan bajakan), HP, dan kamera (INI YANG PALING PENTING). Jika merasa keberatan, ya ditinggal saja. Mungkin beberapa host family akan menyediakannya untukmu, tapi gak semuanya lho. So, be prepare.

5. Bagaimana urusan paspor?
       paspor tidak dibiayai oleh pihak AFS, karena kamu yang harus bertanggung jawab mengurusnya sendiri. Sebaiknya pengurusan dilakukan secepatnya, sekitar bulan Januari. Seingatku, syaratnya adalah: akte kelahiran, surat nikah orangtua, kartu identitas (jika sudah memiliki KTP, silahkan lampirkan), jika belum, kamu bisa melampirkan kartu identitas yang diberikan sekolah, dan paspor pendamping (orang yang berhubungan dengan program ini, sebaiknya ketua chapter masing-masing). Lama pembuatan paspor tergantung dari berapa banyak pelamar yang membuat paspor di kantor imigrasi.

6. Setelah semua pengurusan paspor selesai, apa selanjutnya?
        Revisi form yang kurang lengkap. Be ready for this!

7. Bagaimana jika hasil SLEP test dibawah standar?
        Diharuskan mengikuti kursus bahasa Inggris selama 80 jam (80 atau 60? I forget it!). Segera konsultasi dengan pihak kursus bahasa Inggris untuk penjadwalan kelas. Pilihlah kursus yang menurut kamu keren, kece (^_^), dan tentunya pada akhir kursus kamu harus memiliki sertifikat yang menandakan bahwa kamu sudah mengikuti kursus sesuai dengan jam yang dibutuhkan dan daftar nilai dari kegiatan kelas. Sama halnya dengan remedi, kamu akan dites ulang setelah kamu mengikuti kursus untuk melihat hasil dari belajar kamu dari kursus. Jika gagal, kamu dites ulang lagi sampai kamu lulus. Tapi ingat, jangan kebanyak. Pasti capek dong dites dan dites lagi.



8. Apa selanjutnya setelah semua urusan form selesai?
        Tetap up-to-date informasi yang diberikan pihak kantor Nasional tentang form selanjutnya. Honestly, aku termasuk pihak yang gak update dan sering telat, tapi akhirnya aku bisa mengejar ketinggalan.

9. Bagaimana dengan oleh-oleh untuk host family?
         Pilih aksesoris yang gak ribet (jangan sampai memperberat koper), misalnya: miniatur rumah adat yang berukuran kecil, gantungan kunci, boneka untuk digantung di pintu (whatever you want to have), mainan yang ditempel di jendela atau kaca. 

Tambahan:
Di Amerika, electronic socket berbeda dengan yang di Indonesia. Jika kamu membawa barang elektronik, persiapkanlah adaptor yang dapat menghubungkan berbagai socket dari negara lain. Jika kamu tidak menemukannya di Indonesia, kamu bisa membelinya disini.
Electronic socket in USA

Electronic socket in Indonesia
Seperti inilah adaptor yang aku punya. Tapi colokannya bukan seperti  gambar
sebelah kanan.





Oke guys, semoga tips dan saran diatas dapat membantu kalian mempersiapkan diri sebelum berangkat. Jika masih ada keraguan atau pertanyaan lain, don't be hesitate to email me. :) (I'm open-minded and charming.. :p). My email: mutia_khairunnisa@ymail.com
Nice to help and share with you guys! Have a nice journey!




Selasa, 05 Maret 2013

Newsletter East Coast The First Edition

Yeey! Finally our newsletter (a.k.a East Coast Newsletter) is done! Kerja keras menyunting layout semalam suntuk, sampai mata berkunang-kunang dan gak konsentrasi di sekolah karena ngantuk, but at least, this is it!
Thanks God! Have a nice read time!
Click here to read

Jumat, 01 Maret 2013

Sharing Experience After a Half Year

Aaaah.. Udah hampir setahun tinggal disini pas tau udah ga lama lagi, rasanya pengen balik lagi ke bulan pertama datang ke USA. I know time is flies very fast, but please for a moment, I want to feel a moment when the time is just pausing (eh?) IMPOSSIBLE!

Sebagai pertukaran pelajar, aku memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan budaya dan kehidupan di Indonesia. Sebenarnya sih gak banyak amat ya aku melakukan presentasi disini karena aku lebih menikmati presentasi melalui pembicaraan ringan, misalnya ketika jam makan siang, have a nice chat with friends, then they asked me about Indonesia, atau guruku nanya-nanya dimana Indonesia (terkadang pertanyaannya lumayan aneh dan sangat lucu) tapi aku maklum sih, sebagian warga Amerika gak mengenal Indonesia. Kejadian yang lucu ketika keluarga angkatku mengadakan pesta Thanksgiving dirumah. Aku dikira sebagai orang China (Alright then, I was staring and saw my face in the mirror. My eyes are enough big), so then, oke deh. (Maklumat, yang nanyain adalah anak kecil sekitar umur 7 tahun).

Rasanya, setahun di luar negeri itu bagaikan sebulan bagiku. Bagaimana tidak.. Hampir setiap bulan aku mempunyai kegiatan yang menyibukkan diri dan tak terasa sekarang sudah bulan Maret (I'm gonna celebrate my birthday on 30th then be an adult). Honestly, I'm not ready to be an adult, because my world is very colorful like a child's world. Definitely, I love to be teen forever! (stuck in youth period forever?)

Oke, sebenarnya aku rada 'sedih' pas udah tau waktuku disini sudah hampir habis dan saatnya kembali ke tanah air. Coba-coba ngitung hari ke bulan Juni (I'm not gonna tell you when the exactly date), aku syok dan hampir saja menangis. Jantungku berdegup kencang dan aku mencoba menenangkan diri.

Dalam hati terdalam, jujur, aku rindu banget sama keluargaku di Indonesia, kangen ngumpul bareng pas Idul Fitri (I missed last year, 2012). buka bareng (apalagi sama teman-teman), dan masih banyak lagi. Aku merasa tantangan pertamaku saat kembali ke Indonesia adalah re-adjustment. Maksudnya adalah setelah tinggal dan hidup dikelilingi orang asing dan budaya lain selama setahun di negeri orang, pasti dong merasa sebagai warganya, nah... Pas balik lagi ke tanah air, pasti butuh penyesuaian diri kembali dengan budaya asal. Probably, my tongue will be like a foreign people to talk in native language. Ga masalah. Dalam hati terdalam aku deg-degan. Semoga aku bisa menyesuaikan diri dengan baik :)