Oke, aku akan share tulisanku tentang pengalamanku menuju negeri Super Power, USA. Sebenarnya sih pengen pake bahasa Inggris, tapi pake bahasa Indonesia aja dah.
Aku bisa disini karena lolos tahapan tes AFS-YES, sebuah program nirlaba yang mengurus proses dan mengirim siswa terbaik dari seluruh dunia untuk mendapat kesempatan belajar diluar negeri. Seperti ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara di Asia. Aku mendapat beasiswa penuh YES ke Amerika selama setahun. Dan, aku akan menjalani kehidupanku yang sangat berbeda dengan Indonesia. Everything's different.
Sebelum berangkat ke USA, aku dan teman-teman seluruh Indonesia harus menjalani orientasi selama 10 hari di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengenalkan budaya orang luar dan beradaptasi dengan bahasa asing. Orientasi adalah kegiatan melelahkan bagiku. Sangat melelahkan. Aku menjalani sesi materi untuk mengetahui kehidupan orang luar. Pada malam harinya, kami mengikuti latihan talent show yang luar biasa melelahkan. Dimana mata kami sudah diawang-awang dan ingin tidur! Tambah lagi, waktu itu bulan puasa. Bayangkan gimana capeknya.
Setelah menjalankan orientasi di Jakarta, kami mengadakan perpisahan dengan orangtua melalui acara talent show. Kami menampilkan hasil latihan hanya 5 hari! Dan, hasilnya luar biasa! Setelah acara talent show selesai, orangtua menyematkan pin Merah Putih ke dada kami. Aku benar-benar tidak bisa menahan haru disini, dan aku menangis karena harus berpisah dengan orangtua selama setahun, begitu juga dengan teman-temanku. Kami tak kuasa menahan airmata pada saat sesi ini. Benar-benar luar biasa perjuangan kami disini dan pada saat itu, teman-teman AFS pulang ke rumah masing-masing karena keberangkatan mereka berbeda dengan anak-anak YES.
Menjelang sesi penyematan pin bendera Merah Putih.
Sehari sebelum keberangkatan, tanggal 5 Agustus 2012, aku dan teman-teman serta kakak panitia mendapat kesempata untuk berbuka bersama di rumah kedutaan USA. Waah, aku merasa senang karena mendapat kesempatan untuk merasakan suasana pra-Amerika di rumah kedutaan. Hehe.. Makanannya nikmat banget dan kami berbagi cerita dengan orang kedutaan dan berfoto bersama. Setelah tu, kami kembali ke wisma dan harus packing malam itu. Koper kami harus tak lebih dari 20 kg. Maka malam itu hari packing dan timbang menimbang koper. :D
Buka bersama di US Embassy
Dan lebih menyenangkan, barang elektronik kami kembali. Senangnya, bisa komunikasi lagi dengan teman dirumah dan orangtua! Koperku cuma 17kg dan aku tidak pusing lagi. Malam itu aku tidak bisa tidur sampai jam 1 malam. Karena mikirin penerbangan hari Senin..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar