Akhirnya sampai juga di DC, ups lebih tepatnya di USA. Kami tidak langsung menuju rumah host family, tapi kami menjalani orientasi selama 3 hari di Hilton Hotel dan bertemu teman-teman YES dari berbagai negara. Ternyata, Indonesia paling banyak yaitu 80 orang. Betapa ramainya kelompok kami dan kami begitu kompak, Akhirnya, aku mendapat kunci kamar dan aku tidak sanggup lagi untuk bergerak. Aku pun mandi dan tertidur pulas sampai jam 11 malam. Sialnya, teman sekamarku tidak ada yang terbangun. Padahal jam 9 ada sesi di lobby hotel. Haa! sial! Tapi, kami punya alasan. Lelah luar biasa dan mengantuk! Gimana gak capek, perjalanan kami lebih dari sehari!
Selama orientasi, kami belajar untuk mandiri dan mengenal keluarga USA. Mulai dari hal kecil sampai yang besar, seperti membersihkan rumah, masalah kebersihan kamar mandi, mengatur keuangan, dan sebagainya. Kami senang karena bertemu teman baru dari negara lain. Orientasi berakhir pada hari Kamis. Kami berangkat kerumah host family masing-masing, dan meninggalkan hotel pada pagi hari. Aku mendapat shift jam 5.30, dan saat itu cuaca tidak mendukung, ya.. hujan. Aku memilih tidak puasa karena perjalanan akan panjang. Aku berangkat ke Philadelphia dan terakhir menuju Elmira.
Ketika sampai di Philadelphia, aku mendapat kejadian sial. Pesawat yang kunaiki kecil, jadi kabinnya tidak terlalu besar, dan koper kecilku juga masuk ke bagasi. Setelah itu, koper itu harus diambil di baggage claim, aku merasa tas itu juga diangkut bersama koper besarku. Sialnya, ternyata harus diambil di baggage claim. Aku terpaksa kembali ke terminal C, yang jaraknya super jauh dan terpaksa aku naik bus ke terminal C. Aku berputar-putar keliling terminal, untungnya ada tulisan dan petunjuk arah ke terminal C. Aku bingung, bandaranya besar dan aku lelah. Tapi, tak putus asa, dan aku bertanya kepada petugas. Luckily, petugasnya mengantarkanku menuju baggage claim dan aku akhirnya mendapatkan koper kecilku.
Tantangan belum berakhir. Aku harus kembali ke terminal D. Aku tidak tahu dimana busa terminal D, dan malangnya, aku berjalan sampai ke terminal D yang jaraknya super jauh, dan memakan waktu 15 menit. Aku kebingungan ketika sudah hampir sampai di terminal D. Aku bertanya lagi kepada petugas, dan surprise, petugasnya adalah orang Indonesia (tapi berwajah Afrika). Aku bersyukur dan akhirnya aku harus menjalani pemeriksaan di security office. Aku lupa kalau minuman tidak boleh dalam tas, terpaksa aku kembali ke awal dan meminum minumanku. Setelah itu aku kembali menjalani pemeriksaan dan aku berlari sampai ke terminal D yang jaraknya sudah dekat. Betapa melelahkan! Untungnya, ada temanku yang sama penerbangannya denganku. Aku minta maaf karena sudah menungguku begitu lama. Dia berkata bahwa penerbangan ke Elmira ditunda sampai jam 2. Aaah! Menyebalkan! Terpaksa, kami menunggu sampai jam 2.
Beruntung, ada 2 orang asing yang ternyata anak dan ibunya yang sama penerbangan ke Elmira. Mereka sangat ramah dan membantu kami untuk memastikan penerbangan ke Elmira. Mereka mengajak kami untuk makan dan istirahat. Aku bercerita tentang kehidupan di Indonesia, dan Carlos, temanku, juga bercerita tentang wisata Indonesia. Kami tidak merasakan hari begitu panjang karena ada orang yang mau menemani kami. Ketika jam 2, ternyata petugasnya mengumumkan penerbangan ditunda sampai jam 3. Oooh, what a delay day! Aku harus menunggu lebih lama lagi!
Aku hanya bisa menunggu sampai jam 3, dan hujan semakin lebat. Kadang berhenti, kadang gerimis, dan lebat lagi. Cuaca tidak mendukung! setelah menunggu sejam, apa yang terjadi? Penerbangan ditunda lagi sampai 5! Oh gosh! Melelahkan sekali menunggu sampai jam 5! Dan saat itulah aku menghabiskan waktu untuk mengisi perut, minum, dan bolak balik ke toilet. Tak lupa, aku memberi hadiah gantungan kunci lonceng untuk kerbau (ganto) kepada ibuk yang sudah berbaik hati menemani kami, dan lumbung padi khas Minangkabau kepada anaknya. Mereka sangat senang dan sebelumnya, aku juga memberikan rendang. Mereka suka dan Carlos ketagihan. Haha.. Luar biasa. Hari penerbangan yang menyenangkan sekaligus melelahkan!
Jeng jeeng! Jam 5 lebih akhirnya aku meninggalkan Philadelphia menuju Elmira. Pesawatnya kecil lagi tapi aku tidak akan lupa mengambil tasku! Untungnya, baggage claim tasku berada di lorong menuju pintu pesawat, jadi aku tidak pusing lagi putar-putar keliling bandara mencari baggage claim.
Senangnya! Aku tidak sabar untuk bertemu host family ku!
Simply established by great simply-fashioned but awesome parents. Travelling as much as you can, photograph every moment you create, and write every moment you want to tell to your next generation.
Selasa, 11 September 2012
My Long Journey Part 2
Akhirnya, tibalah saat kami untuk meninggalkan Indonesia tercinta. sebelum keberangkatan, kami bertemu dengan orangtua di terminal 2D. Aku menemui orangtuaku, kakak dan adikku. Mereka sangat bahagia aku dapat mewujudkan cita-citaku untuk belajar keluar negeri, dan sekaligus sedih melepasku selama setahun. Aku senang bisa bertemu dengan mereka begitu juga dengan teman-temanku. Kami berfoto bersama dan mendapat kejutan! Teman-teman AFS datang kebandara untuk mengantar keberangkatan kami! Betapa senangnya kami dan tidak lupa berfoto bersama, karena acara satu ini tidak bisa dilewatkan!
Akhirnya, pada jam 5, kami masuk ke ruang check in. Beberapa orangtua temanku ada yang menangis, dan kami melambaikan tangan kepada mereka semua. Selamat jalan!
Kami check in dan disaat itu, kami hanya bisa terdiam karena tidak menyangka akan tinggal dinegeri orang selama setahun. Kakak-kakak panitia turut membantu kami diruangan check in. Aku melihat kakak-kakak panitia merasa sedih dan mereka hanya diam. Aku maklum sih.. Ya, memang berat.
Pesawat kami berangkat jam setengah 7, sebenarnya jam 6.15. Tapi karena waktu itu puasa, dan berbuka dulu. Aku deg-degan karena sudah diambang perpisahan dengan negara tercinta saat melangkahkan kaki menuju dalam pesawat. See you, Indonesia!
Diatas pesawat, kami diberi makanan dan minuman untuk berbuka. Penerbangan kami menuju Kuala Lumpur, dan memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Aku melihat Indonesia dari atas, berkilau! Aku tertidur sampai pesawat mendarat di KLIA (Kuala Lumpur International Airport).
Kami sampai di KL dan menunggu penerbangan transit ke London. Betapa bahagianya kami. karena, selama ini London cuma dalam khayalan dan nyanyian saja. Pada hari itu juga, transit kami ke London. Betapa beruntungnya kami. Hari itu jam 11 waktu Malaysia, dan kami menuju London.
Pesawatnya besaar dan penerbangan menuju London memakan waktu setengah hari. Bayangkan betapa melelahkan duduk dibangku pesawat selama 12 jam lebih. Dan kami hanya bisa melihat kegelapan dibawah karena hari sudah malam. Tak lupa, kami juga disajikan hidangan untuk melepas rasa lapar dan haus. Tak banyak kegiatan kulakukan, hanya duduk, tidur, main game dan mendengarkan musik yang sudah disediakan kru pesawat. Suhu diluar pesawat sekitar -20 derajat Celcius. Bayangkan betapa dinginnya. Untungnya didalam hangat dan kami juga memakai selimut.
Setelah 12 jam lebih berlalu, akhirnya kami bisa melihat London dari atas pesawat! Indahnya! Lebih indahnya saat matahari terbit. Luar biasa! Akhirnya kami dapat menginjakkan kaki di London. Kami menunggu penerbangan ke Washington DC sampai jam 10 dan dari jam 6 lewat, kami memanfaatkan kesempatan untuk keliling bandara dan belanja! Tentunya, hal pertama dilakukan adalah menukar Rupiah ke Poundsterling. Aku membeli cokelat dari Paris dan rasanya lembut banget. Rasanya sayang banget dimakan, tapi akhirnya dimakan juga. Hehe..
Yang membuat kami beruntung saat itu adalah karena Olimpiade di London masih berlangsung dan kami dapat merasakan euforianya secara langsung di TV bandara. Semua orang membicarakannya dan kami merasa beruntung!
Akhirnya, kami melanjutkan penerbangan ke DC. Penerbangannya memakan waktu 7 jam. Melelahkan bukan? Ya. Tapi, kami tak sabar menuju DC dan menginjakkan kaki di USA! Di pesawat, aku menonton film, mendengarkan musik, dan makan. haha..! Aku tidak bisa tidur karena tidak sabar melihat negeri Paman Sam itu. Aku menghabiskan waktu dengan menonton film. Yang membuat aku bangga adalah film buatan Indonesia, The Raid, juga ada didaftar film populer. Aah, bangganya.. Akhirnya aku menonton filmnya sampai habis dan tidak terasa aku sudah sampai di DC. Kami sampai di Dulles International Airport! Disana, panitia YES sudah menunggu kami dan kami merasa lelah sekaligus senang. Akhirnya sampai juga di USA!
Mau tau kelanjutannya? Baca kelanjutannya di "My Long Journey Part 3'" !
Akhirnya, pada jam 5, kami masuk ke ruang check in. Beberapa orangtua temanku ada yang menangis, dan kami melambaikan tangan kepada mereka semua. Selamat jalan!
Kami check in dan disaat itu, kami hanya bisa terdiam karena tidak menyangka akan tinggal dinegeri orang selama setahun. Kakak-kakak panitia turut membantu kami diruangan check in. Aku melihat kakak-kakak panitia merasa sedih dan mereka hanya diam. Aku maklum sih.. Ya, memang berat.
Pesawat kami berangkat jam setengah 7, sebenarnya jam 6.15. Tapi karena waktu itu puasa, dan berbuka dulu. Aku deg-degan karena sudah diambang perpisahan dengan negara tercinta saat melangkahkan kaki menuju dalam pesawat. See you, Indonesia!
Diatas pesawat, kami diberi makanan dan minuman untuk berbuka. Penerbangan kami menuju Kuala Lumpur, dan memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Aku melihat Indonesia dari atas, berkilau! Aku tertidur sampai pesawat mendarat di KLIA (Kuala Lumpur International Airport).
Kami sampai di KL dan menunggu penerbangan transit ke London. Betapa bahagianya kami. karena, selama ini London cuma dalam khayalan dan nyanyian saja. Pada hari itu juga, transit kami ke London. Betapa beruntungnya kami. Hari itu jam 11 waktu Malaysia, dan kami menuju London.
Pesawatnya besaar dan penerbangan menuju London memakan waktu setengah hari. Bayangkan betapa melelahkan duduk dibangku pesawat selama 12 jam lebih. Dan kami hanya bisa melihat kegelapan dibawah karena hari sudah malam. Tak lupa, kami juga disajikan hidangan untuk melepas rasa lapar dan haus. Tak banyak kegiatan kulakukan, hanya duduk, tidur, main game dan mendengarkan musik yang sudah disediakan kru pesawat. Suhu diluar pesawat sekitar -20 derajat Celcius. Bayangkan betapa dinginnya. Untungnya didalam hangat dan kami juga memakai selimut.
Setelah 12 jam lebih berlalu, akhirnya kami bisa melihat London dari atas pesawat! Indahnya! Lebih indahnya saat matahari terbit. Luar biasa! Akhirnya kami dapat menginjakkan kaki di London. Kami menunggu penerbangan ke Washington DC sampai jam 10 dan dari jam 6 lewat, kami memanfaatkan kesempatan untuk keliling bandara dan belanja! Tentunya, hal pertama dilakukan adalah menukar Rupiah ke Poundsterling. Aku membeli cokelat dari Paris dan rasanya lembut banget. Rasanya sayang banget dimakan, tapi akhirnya dimakan juga. Hehe..
Yang membuat kami beruntung saat itu adalah karena Olimpiade di London masih berlangsung dan kami dapat merasakan euforianya secara langsung di TV bandara. Semua orang membicarakannya dan kami merasa beruntung!
Akhirnya, kami melanjutkan penerbangan ke DC. Penerbangannya memakan waktu 7 jam. Melelahkan bukan? Ya. Tapi, kami tak sabar menuju DC dan menginjakkan kaki di USA! Di pesawat, aku menonton film, mendengarkan musik, dan makan. haha..! Aku tidak bisa tidur karena tidak sabar melihat negeri Paman Sam itu. Aku menghabiskan waktu dengan menonton film. Yang membuat aku bangga adalah film buatan Indonesia, The Raid, juga ada didaftar film populer. Aah, bangganya.. Akhirnya aku menonton filmnya sampai habis dan tidak terasa aku sudah sampai di DC. Kami sampai di Dulles International Airport! Disana, panitia YES sudah menunggu kami dan kami merasa lelah sekaligus senang. Akhirnya sampai juga di USA!
Mau tau kelanjutannya? Baca kelanjutannya di "My Long Journey Part 3'" !
My Long Journey part 1
Akhirnya bisa nulis di blog ini.
Oke, aku akan share tulisanku tentang pengalamanku menuju negeri Super Power, USA. Sebenarnya sih pengen pake bahasa Inggris, tapi pake bahasa Indonesia aja dah.
Aku bisa disini karena lolos tahapan tes AFS-YES, sebuah program nirlaba yang mengurus proses dan mengirim siswa terbaik dari seluruh dunia untuk mendapat kesempatan belajar diluar negeri. Seperti ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara di Asia. Aku mendapat beasiswa penuh YES ke Amerika selama setahun. Dan, aku akan menjalani kehidupanku yang sangat berbeda dengan Indonesia. Everything's different.
Sebelum berangkat ke USA, aku dan teman-teman seluruh Indonesia harus menjalani orientasi selama 10 hari di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengenalkan budaya orang luar dan beradaptasi dengan bahasa asing. Orientasi adalah kegiatan melelahkan bagiku. Sangat melelahkan. Aku menjalani sesi materi untuk mengetahui kehidupan orang luar. Pada malam harinya, kami mengikuti latihan talent show yang luar biasa melelahkan. Dimana mata kami sudah diawang-awang dan ingin tidur! Tambah lagi, waktu itu bulan puasa. Bayangkan gimana capeknya.
Setelah menjalankan orientasi di Jakarta, kami mengadakan perpisahan dengan orangtua melalui acara talent show. Kami menampilkan hasil latihan hanya 5 hari! Dan, hasilnya luar biasa! Setelah acara talent show selesai, orangtua menyematkan pin Merah Putih ke dada kami. Aku benar-benar tidak bisa menahan haru disini, dan aku menangis karena harus berpisah dengan orangtua selama setahun, begitu juga dengan teman-temanku. Kami tak kuasa menahan airmata pada saat sesi ini. Benar-benar luar biasa perjuangan kami disini dan pada saat itu, teman-teman AFS pulang ke rumah masing-masing karena keberangkatan mereka berbeda dengan anak-anak YES.
Sehari sebelum keberangkatan, tanggal 5 Agustus 2012, aku dan teman-teman serta kakak panitia mendapat kesempata untuk berbuka bersama di rumah kedutaan USA. Waah, aku merasa senang karena mendapat kesempatan untuk merasakan suasana pra-Amerika di rumah kedutaan. Hehe.. Makanannya nikmat banget dan kami berbagi cerita dengan orang kedutaan dan berfoto bersama. Setelah tu, kami kembali ke wisma dan harus packing malam itu. Koper kami harus tak lebih dari 20 kg. Maka malam itu hari packing dan timbang menimbang koper. :D
Dan lebih menyenangkan, barang elektronik kami kembali. Senangnya, bisa komunikasi lagi dengan teman dirumah dan orangtua! Koperku cuma 17kg dan aku tidak pusing lagi. Malam itu aku tidak bisa tidur sampai jam 1 malam. Karena mikirin penerbangan hari Senin..
Oke, aku akan share tulisanku tentang pengalamanku menuju negeri Super Power, USA. Sebenarnya sih pengen pake bahasa Inggris, tapi pake bahasa Indonesia aja dah.
Aku bisa disini karena lolos tahapan tes AFS-YES, sebuah program nirlaba yang mengurus proses dan mengirim siswa terbaik dari seluruh dunia untuk mendapat kesempatan belajar diluar negeri. Seperti ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara di Asia. Aku mendapat beasiswa penuh YES ke Amerika selama setahun. Dan, aku akan menjalani kehidupanku yang sangat berbeda dengan Indonesia. Everything's different.
Sebelum berangkat ke USA, aku dan teman-teman seluruh Indonesia harus menjalani orientasi selama 10 hari di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengenalkan budaya orang luar dan beradaptasi dengan bahasa asing. Orientasi adalah kegiatan melelahkan bagiku. Sangat melelahkan. Aku menjalani sesi materi untuk mengetahui kehidupan orang luar. Pada malam harinya, kami mengikuti latihan talent show yang luar biasa melelahkan. Dimana mata kami sudah diawang-awang dan ingin tidur! Tambah lagi, waktu itu bulan puasa. Bayangkan gimana capeknya.
Setelah menjalankan orientasi di Jakarta, kami mengadakan perpisahan dengan orangtua melalui acara talent show. Kami menampilkan hasil latihan hanya 5 hari! Dan, hasilnya luar biasa! Setelah acara talent show selesai, orangtua menyematkan pin Merah Putih ke dada kami. Aku benar-benar tidak bisa menahan haru disini, dan aku menangis karena harus berpisah dengan orangtua selama setahun, begitu juga dengan teman-temanku. Kami tak kuasa menahan airmata pada saat sesi ini. Benar-benar luar biasa perjuangan kami disini dan pada saat itu, teman-teman AFS pulang ke rumah masing-masing karena keberangkatan mereka berbeda dengan anak-anak YES.
Menjelang sesi penyematan pin bendera Merah Putih.
Sehari sebelum keberangkatan, tanggal 5 Agustus 2012, aku dan teman-teman serta kakak panitia mendapat kesempata untuk berbuka bersama di rumah kedutaan USA. Waah, aku merasa senang karena mendapat kesempatan untuk merasakan suasana pra-Amerika di rumah kedutaan. Hehe.. Makanannya nikmat banget dan kami berbagi cerita dengan orang kedutaan dan berfoto bersama. Setelah tu, kami kembali ke wisma dan harus packing malam itu. Koper kami harus tak lebih dari 20 kg. Maka malam itu hari packing dan timbang menimbang koper. :D
Buka bersama di US Embassy
Dan lebih menyenangkan, barang elektronik kami kembali. Senangnya, bisa komunikasi lagi dengan teman dirumah dan orangtua! Koperku cuma 17kg dan aku tidak pusing lagi. Malam itu aku tidak bisa tidur sampai jam 1 malam. Karena mikirin penerbangan hari Senin..
Langganan:
Komentar (Atom)



